Mother to Daughter (and Son, too)

Seasons changed.

Under-eye circle gets darker.

I’m currently working at the public hospital in Jakarta, one of the most populated city in the world. So, you can imagine how things goin’, right? (or not)

I work 160++ hours a month. Meet the patients at the Emergency Rooms and Wards, paticularly at the ER, were probably their most emotional, the saddest, and the lowest point of life. Being an emergency doctor is a reminder how i should be grateful for what I’ve become right now.

So here I am gonna share one of the life lessons that I’ve learned from the patient(s) that I’ve met at the hospital.

I had a morning shift at the ER last week, and I met this patient. The well-known one due to her medical case and this is her second admission to the ER. She’s having a spontaneous pneumothorax on her right lung for the second time in the same month, in her productive ages, early 30’s. She’s out of her breath, though I can see that she’s trying so hard not to lose her consciousness due to lack of oxygen in her lung. No one accompanying her except her Mom. Her mother is around 50 or 60 years old, skinny woman covered in veil, and I can tell that she’s a strong woman. Both of them are.

“She (refer to the patient) lost her husband due to motor vehicle accident, and now their eldest kid is on junior high school whilst the youngest one is only a toddler. Now all three of them, along with their mother, live with me” the Mother told my partner and I while we informed her about her daughters’ condition.

From the way they dressed and live, I can tell that they’re not come from the financially-stable family. However, i didn’t see the hopeless look from the Mother. She stood beside her daughter, stroke her hair and give the smile and the look of love and hope. Not a single tears, not any slightest sad look, nor shaky trembling voice came from her mouth on that morning. I was amazed by how strong she faced this situation.

I’m not a big fan of a drama and tearful moment, oh believe me i don’t. But her spirit gave some tingling sensation on my spine.Knowing the truth that your loved ones, your family is in a critical condition is never easy. Delivering the bad news to family member about our dying patients isn’t either. Somehow this special case is somehow reminds me to always be grateful for have a life like this.

I’ve witnessed that love from a Mother to her Children has no limit

I’ve witnessed that love from a Mother to her Children is not asking for any returns but the best for her Children

I’ve witnessed that no matter how you’re at your lowest point of life, a Mother always stays beside you and gives you a reason to stay strong for your life

You mean the world to your Mother

Nonetheless, I know and I also witnessed that not all biological mother is a good mom. There are also mothers who neglect and abuse their children for particular reason or no reason at all. But let’s not talk about that right now. In this absurd writing, I want us to be reminded how we should be grateful for what we have right now.

I consider myself as lucky.

Some arguments keeps coming in to our conversation.We often have a disagreements and sometimes we’re not agreed to disagree. Yet, those are the things that keeps my love-to-hate relationship with my mom strong. Years have gone and past, i realize that my mother is growing old. Sometimes i can hear her knee cracking while climbing the stairs, her skin is wrinkling, her hair become completely grey (she keeps dyeing her hair darkrown-ish/black :p), those things that should be reminder for me to love her and cherish our togetherness.

We’re too busy with our life we often forget that our parents are growing old, and ageing process is something that you can’t prevent, you can only slowing down the progress. Therefore, it’s never too late to show your love to your Mother (and your father, of course).🙂

Love you, Ma :* Vulcan Salute!

mtDNA.jpg

Ps: Udah lama gak nulis, udah gak ngeh juga kalo ada salah salah tulis atau ejaan.😛

Scriptsweet and Anything Between

Sebenernya ini adalah postingan yang udah gue buat dari awal tahun 2011. Tepat tanggal 1 Januari 2011. Hari dimana gue telah menyelesaikan skripsi gue. Saking semuanya in a rush and chaotic, jadi yang gue rasakan saat itu cuma ngawang – ngawang lega. Rasanya guateeeel banget jari mau nulis tulisan tentang tema ini, tapi takut kualat *seriously*. Oke, tulisan ini berisi kurang lebih seputar kelak-kelok menjalani skripsi yang gue hadapi selama berkuliah di Fakultas K*d*kt*r*n Universitas S*b*l*s M*r*t tercintah!

Here’s some ground rules untuk skripsi, yang kalo menurut gue harus ditanamkan di setiap individu skripsiwan dan skripsiwati :

  • RULE #1 = NO EMTE!

(makan teman) baik secara konotasi maupun denotasi ya. Dari dulu yang namanya mau daftar skripsi pastiiii deh sikat sikut sana sini. Mata udah kaya dipakein kacamata kuda. Terlalu mikirin diri sendiri. Mikirin diri sendiri lebih dulu wajar kok🙂, tapi jangan berlebihan.. hehehe. Kalian tuh masuk dan diospek bareng-bareng kok! Digoblok – goblokin bareng juga meskipun nanti pada saat kedepannya kalian mungkin bergerak sendiri-sendiri🙂. Kalo ada yang beralasan “untuk masuk fk aja kita udah sikut-sikutan”, well, menurut gue, itu orang narrow-minded dan cari-cari alesan aja. Kibasin aja rambut lo and walk away gracefully! Tetaplah bersikap anggun dan menawan meskipun rasanya udah mau meledak saja. Keep your head in low temperature, ay?

  • RULE #2 = Koordinator tingkat, do your job!

Jadi jika terjadi gonjang ganjing seputar masalah per-skripsian, disinilah mestinya seorang koti dapat “mengendalikan” teman sepertingkatannya. Disini koti harus bisa ambil sikap dan menentukan langkah-langkah apa saja yang mesti dilakukan demi kelancaran skripsi angkatan. Kalo bisa, hal yang dilakukan oleh koti ini bersifat promotif, dan preventif *berasa kedokteran keluarga :P*. Maksudnya itu, mensosialisasikan mengenai skripsi sejelas-jelasnya (ini bisa juga meminta bagian skripsi untuk menjelaskan langsung ke angkatan) dan membuat semacam, hmm, apa ya namanya? kaya perjanjian gitu lah.. biar kalian tuh bareng bareng dan gak ada yang namanya saling dulu-duluan. Hey! baru gini aja udah srabat srobot! gimana nanti kalo udah jadi dokter! bisa diarak keliling kampung lo!

Tapi ternyata, kalau misalnya ternyata srabat srobot bak beli sembako itu telah terjadi, berarti yang kalian lakukan adalah tindakan kuratif dan rehabilitatif. Ini dia yang susah! terutama rehabilitatifnya. Bakal ada cibiran sana dan sini bagi si penyerobot dan cibiran ini bakal mengendap cukup lama di hati para pengendap. Jadi kalo bisa promotif dan preventifnya dulu lah yang dikedepankan demi kebahagiaan kalian semua.

  • RULE #3 = Buka mata, hati, dan telinga🙂

Maksudnya disini adalah, cari sebanyak-banyaknya informasi mengenai skripsi! Baik-baik sama kakak tingkat (hehehe) buat nanya nanya masalah skripsi seperti cari bagian yang enak, sampe gosip-gosip mengenai pembimbing atau penguji yang ringan tangan dalam menconteng angka baik di lembar penilaian😛 dan kalo dapet informasi, jangan disimpen untuk diri sendiri aau kalangan tertentu.. Spread the news to entire world! Ya gak juga sih.. lebay.. yah pokonya jangan bergerak dibawah tanah lah.. emangnya lo beaver!

  • RULE #4 Cari partner dan J-A-N-G-AN cepat putus asa, apalagi MALEEEEESSSSSSS!!

Nah, kalo punya soulmate, bestfriend, atau sekedar teman senasip dan sepenanggungan, tidak ada salahnya menjadikan dia sebagai partner skripsi lo. Nah disini lo dan partner lo sendiri harus saling bahu membahu dan menampar satu sama lain jikalau ada yang terjangkit penyakit endemis di zaman skripsi, yaitu MALES! (yah buat sebagian orang, memang ada yang telah terjangkit penyakit malas, namun seringkali gejalanya nampak tidak jelas).


  • RULE #5 : DOA, DOA, & DOA

Sebagai manusia yang masih menyadari dan meyakini akan kebesaran Tuhan, maka yang satu ini wajiiib hukumnya!


Okay, masuk ke step-by-step sukses skripsi!🙂 nantinya akan ada lanjutan ground rules skripsi.. ENJOY, colleagues..

PERTAMA : CARI BAGIAN!

Pilih pre klinik (yang laboratoriumnya ada di kampus, macam : fisiologi, biologi, fisika, kimia, anatomi, dkk) atau klinik (yang laboratoriumnya ada di RSDM, macam : saraf, bedah, anak, obsgyn!🙂, tht, dkk)? Mari kita lihat sisi plus dan minusnya dari masing masing

PRE KLINIK

The Goods :

  • Bagi yang gak punya kendaraan atau gak ada barengan skripsi, gue saranin untuk ngambil pre klinik karena biasanya dosen dosen pre klinik bisa ditemui di kampus.. dan nanti ke depannya untuk konsul, ngejar tandatangan, ujian, maupun revisi bisa dilakukan di kampus (meskipun ada juga ceritanya konsul atau ngejar tandatangan sampe ke rumah si dosen😛 )
  • Bagi yang pengen mengerjakan penelitian eksperimental, nah ambillah pre klinik. Yang mau memodifikasi mencit jadi mencit millenium atau mencit mutan, mencit draculla, mencit bertelor. bisa.. bisa.. bisaa.. Eits, mau ambil observasional tapi di pre klinik? bisa juga! enak kan?! bisa eksperimental, bisa juga observasional🙂

The (not so) inconveinent things :

  • Biasanya, ini biasanya lho.. dari pengalaman ya.. dosen pre klinik itu karena gak sesibuk dosen klinik, mereka jadi lebih detail memerhatikan skripsi. Jadi, kalo kalian kurang begitu sreg dengan kejaran dosen (sebenernya ini demi kebaikan kalian dan memuaskan keinginan dosen sih😛 ) mendingan pikirkan lagi.
  • Money talks. Much. Uang yang dikeluarkan untuk penelitian (terutama eksperimental) itu lumayan merogoh kocek mahasiswa-kin seperti saya. Jadi kalo kekeuh pengen, ya joinan lah sama temen yang penelitiannya nyerempet nyerempet cuma beda variabel bebasnya mungkin.

KLINIK

The Goods :

  • Kalo pengennya bikin penelitian Observasional aja, disinilaaah surganya! Moreover, dosen – dosen klinik tidak menganjurkan kita untuk mengambil penelitian yang terlalu mendetail (pas jaman gue yaaa :P).  I mean, tidak terlalu molekuler. Bahkan bisa nyerempet nyerempet ke Public Health🙂
  • Ini agak sesat sih, dan tidak bermaksud meremehkan.. tapi biasanya karena dosen – dosen klinik itu super sibuuuuk, most likely mereka tidak segan – segan memberikan nilai yang ciamik pada mahasiswanya, apalagi kalo kamu rajin buat konsul sampe dosennya empet banget liat muka kamu😛
  • Jadi kenal sama orang – orang di RS, terutama di SMF yang kamu pilih buat skripsi. Lumayan banget nanti buat jaman koas udah kenal sama orang – orang di sekretariat SMF tersebut hahaha.

The (not so) inconveinent things :

  • Dosennya sibuuuk bangeeet!!!! Udah bikin janji konsul, eh tiba – tiba dosennya ada OP mendadak. Mau ngejar tandatangan, eh dokternya lagi ikut PIT dan baru balik minggu depan. Atau dikejar deadline skripsi harus rampung dalam waktu 1 minggu karena penguji mau kuliah lagi ke Belanda selama satu tahun?! atau ada lagi pas mau ujian eeeeh dokternya ada SC mendadak?! oh nooo! oh yes! that happened!
  • Bolak – balik kampus — RS? yeah that one happens too. Terutama kalo kamu milih dosennya gak klinik murni, maksudnya ada dosen pre klinik juga dilibatkan disini. Bagi kamu yang gak punya transport ini agak memusingkan dan pasti gak enak juga kan nebeng atau minta anterin terus? hehehe
  • Eits! gak cuma kampus — RS aja! kadang kita juga mesti ke praktikannya. Yang baru bisa konsul diatas jam 9 malam. Bahkan bisa sampai jam 11 malam. Atau ke rumahnya? ya bisa jadi.. tapi kadang – kadang dosennya baik lho, kita dikasih cemilan atau cake cake unyuuu. True story!

KNOW WHAT YOU’RE GONNA DO WITH YOUR THESIS

ini penting lhoo.. Kuasai mulai dari teori, metodologi penelitian dan statistika, serta hasil penelitian kamu ini. Untuk metodologi, jangan sungkan sungkan untuk minta pendapat sang dosen kalo emang kamu dibebasin. Dan jangan cuma memahami metodologi penelitian kamu aja.. Bisa mengerti kenapa kamu lebih memilih penelitian prospektif dibandingkan hanya cross sectional aja bisa menjadi suatu nilai plus dimata dosen🙂 dan nanti bisa berguna banget kalo kamu punya kerja sambilan translate jurnal #promosi #eh #lah #OOT #lanjut

I REALLY WANNA GET TO KNOW YOU, TUTOR(S)

Kenali watak dosen kamu! Beliau ini detil ke arah mana.. KEJAR! dalami hal tersebut. Jangan pernah kosongan dan iseng – iseng aja konsul sama dosen. Kamu udah bela – belain bolos kuliah dan beliau udah sempet – sempetin ketemu kamu sebelum beliau masuk IBS, jadi semalem sebelumnya baca – baca dan tandai mana aja yang hendak kamu tunjukkan atau tanyakan ke beliau daripada nanti malah gak efektif and you lose your “precious time”. Beliau bisa ditemui dimana? bisa nanya jadwal beliau ke siapa? penting nih! terutama buat yang ngambil skripsi klinik😛

MEET IN PERSON AND CALL ARE THE PRIORITIES

Always put the SMS part to the last option to communicate with the Tutor(s). Kecuali kalau dosen tersebut yang mengatakan lebih baik kamu sms atau email beliau saja. Untuk hal yang seperti ini ada baiknya kamu juga bertanya kepada senior – senior dengan dosen yang sama.

ON TIME

Mutasi genetik pada mayoritas masyarakat Indonesia ini nampaknya juga melanda di kalangan medis. Datang tepat waktu pada saat bertemu dengan sang Dosen itu wajib hukumnya! (pada saat – saat yang lain juga sih). Apalagi kalo dosen kamu hobinya dateng lebih awal, kalo bisa kamu harus lebih awal! dari sini dosen kamu juga bisa menilai seberapa seriusnya kamu dalam hal perskripsian ini🙂

DRESS PROPERLY

Berpakaianlah yang sopan dan rapih. Mau dosen kamu pre klinik atau klinik. Jangan pake kaos atau jeans. Kecuali kamu accidentally bertemu beliau di public places😛 Rambut jangan awut – awutan tak terurus. Pake sepatu! jangan diinjek belakanganya. Gak banget!  Kalo abis panas – panasan naik motor, lap dulu keringetnya. Plus point if you’re smell good. Gak usah pake perfume satu botol. If you think you’re smell bad, do something to cover it. Jangan makan permen karet. Gak sopan. Makan permen biasa aja gapapa asal pinter nutupinnya😛 sekalian bikin nafas lebih wangi. hahaha *kenapa jadi seperti tips berkencan yaaa?* Sama satu lagi yang gak kalah pentingnya! I dunno why, maybe it’s just me.. but whenever i wear batik, everything just wonderful! easier! and just smoothly flow like silk. hahaha. So guys, you might want to try my hypothesis!

SPELL CHECK AND FORMATTING

Meskipun kamu ngantuk – ngantuknya ngetik skripsi jam 2 pagi, tidak berarti kamu harus jadi Ms. Typo 2013 kan? terutama bagi orang orang anankastik seperti gue, hal ini menjadi sangat annoying dilihat. hahaha. so, dibaca – baca lagi hasil ketikan skripsinya ya. Jangan lupa format penulisan skripsi juga diperhatikan biar gak jadi bahan tertawaan di masa depan kelak.

RESERVE THE HALL IN ADVANCE

Satu minggu sebelumnya lah setidaknya. Tanya ke sekretariat lab tersebut, kapan ruangan yang akan kita gunakan untuk ujian skripsi itu kosong. Perhatikan juga hari dimana bagian tersebut mengadakan temu ilmiah, atau konfrensi, atau CC atau apalah itu namanya. Untuk jamnya, nanti kamu bisa kroscek lagi sama para pembimbing dan penguji, yang penting ruangannya bisa dipake buat ujian! horeee!

KOORDINASIKAN JADWAL PARA PEMBIMBING DAN PENGUJI

Tanyakan pada mereka apakah mereka menyanggupi untuk menghadiri ujian skripsi atau proposal skripsi kamu pada tanggal dan jam tersebut (buat amannya sih bikin antara jam 9 pagi atau 10 pagi lah). Yang wajib bisa hadir disini kan Pembimbing 1 dan Penguji 1, jadi mereka wajib bisa menyanggupi, kalau tidak, kamu bisa tanya tanggal berapa saja mereka menyanggupi. Barulah tarik KPK atau FPB nya. Untuk Pembimbing 2 dan Penguji 2, meskipun mereka tidak Fardhu ain untuk datang pada saat kamu ujian, tapi usahakan mereka bisa datang juga. Siapa tahu mereka berubah menjadi Guardian Angels pada saat kamu ujian.

Kalo ada perubahan tanggal ujian, langsung kabarin sekretariat lab buat ganti hari peminjaman ruangan

SESAJEN! *uhuk!*

Dari mulut turun ke perut dan menjalar ke jari – jari tangan yang kemudian akan bergerak untuk meluksirkan sebuah nilai di lembar penilaian! Memberikan suguhan yang decent pada saat Ujian itu sunnah hukumnya. Gak berarti mereka (para pembimbing dan penguji) hanya memberikan penilaian berdasarkan seberapa “wah” sesajen kamu. Gak ada salahnya tho kamu memberikan hidangan yang decent untuk para pembimbing dan penguji? Kamu bisa menanyakan hal ini ke senior kamu, ke sekretaris bagian atau sekretaris pribadi sang dosen, atau tanyakan langsung ke dosennya secara halus ya🙂

IR nya sih dikasih sekotak roti (pada umumnya, namun ada juga yang meminta ayam kampung satu ekor dengan bobot kurang lebih 2 kilo yang dibakar dengan 7 macam rempah rempah dari daratan maluku utara dengan suhu 160 derajat celcius selama 20 menit? ada.) yang decent ya bakery nya.. Jangan dikasih roti k*c*l ah buat dosennya. Mesakke tenan. Terus untuk minumnya, lebih baik pilih 2 jenis minuman, salah satunya air putih. Yang satu lagi bisa jus atau minuman apapun yang sekiranya cukup menghibur. Untuk sedotan, (penting ini!) lebih baik kamu beli sedotan yang terbungkus! jangan yang buruk rupa ah. Udah tau dosennya dokter dan aware akan kesehatan serta kebersihan, jadi daripada mereka protes gara – gara sedotan menjijikkan, lebih baik kamu beli seplastik sedotan yang dibungkus kertas itu lho, memang harganya bisa 4-5x lipat dari sedotan biasa, dan kamu juga paling banyak butuh 6 buah, kan bisa patungan dengan teman – teman yang lain. Huehehe

Oh iya! jangan lupa sedia kantong plastik! Just in case kalo si dosen mau membawa pulang sesajen kamu.🙂

Untuk yang sesajennya nasi kotakan, biasanya sang dosen udah request atau kamu bisa tanya ke sekretariat bagian tersebut dimana biasanya memesan nasi kotak.

Buat kamu yang super muales atau sibuk atau gak ada transport atau apalah alasannya, biasanya ada temen – temen kamu yang menawarkan jasa pesan pesan sesajen pada saat ujian!😀 jadi gak perlu pusing pusing mikirin sesajen, cukup bilang apa request kamu, nanti mereka yang urus semuanya, termasuk mengantarkan pesanan langsung ke tempat ujian. hahaha. enak bener ye.

Jangan lupa snack buat para supporter ujian kamu🙂 mereka udah sempet sempetin dateng lhooo buat ujian kamu😀

GREAT PRESENTATION

Bikin presentasi ujian proposal atau ujian skripsi kamu yang menarik! tapi jangan terlalu heboh dan banyak animasi yang tidak penting. Smartart dari Microsoft Power Point itu sangat berguna untuk menjadikan slide kamu lebih menarik dan tidak seperti slide koran.

Apa gunanya slide udah keren keren tapi kamu tidak menguasai presentasi kamu? Nah disinilah gunanya kamu mengerjakan skripsi kamu sendiri. Mulai dari bab I sampai bab VI. Statistiknya juga lebih baik kamu kerjakan sendiri dengan dibantu oleh orang yang menguasai statistika.🙂 Memang lebih menguras otak, tapi nanti berguna lho kedepannya, terutama buat kamu yang suka translate jurnal #promosi #teteup #lanjut.

Seringkali kita baru merampungkan slide h-1, yeah i confess (.__. )7 Kalau kamu juga seperti itu, aturlah kecepatan berbicara kamu. Jangan terlalu cepat dan mengatakan kata – kata yang sebenarnya tidak perlu. Ngelirik – lirik slide boleh bangeeet! tapi jangan ngeliat ke screen terus! Pembimbing dan penguji kamu itu bukan berada di screen yang berada di belakang kamu lho. Deg-degan? Pasti! hahaha. Gak usah khawatir. Pegang pointer termasuk salah satu coping mechanism saat kamu nervous presentasi. Tapi jangan sampai tremor ganas ya.

Buang air dulu sebelum kamu maju ujian. Jangan lupa minum yang cukup sebelum kamu maju presentasi, soalnya kamu akan banyak bicara dan gak lucu kan kalo tenggorokan kamu kering dan bikin konsentrasi buyarrrr.

Jangan lupa pakai kostum kebangsaan ujian. Kemeja putih dan bawahan hitam. Untuk yang cewek cewek, terutama yang berambut panjang maupun sedang, tidak disarankan untuk menggerai indah rambutnya. Lebih baik dikuncir atau dijepit rapih.🙂

Hal lain yang perlu diperhatikan juga seperti laptop, LCD projector, pointer (ini mubah), dan electric plugs alias colokan listrik. Pastikan laptop kamu dalam kondisi prima! (bebas dari kelemotan, virus, dan full charged) serta compatible dengan LCD projector. Colokan listrik dengan kabel yang panjang juga berguna banget kalo misalnya electric source di ruangan kamu ujian jauh dari tempat laptop dan other electronic devices kamu berada🙂

Hmm.. apa lagi ya??

DOA!

Yes indeed. Hal ini bisa jadi penolong di saat kamu terseok – seok dalam pergulatan skripsi.🙂

Ada lagi?

Oh iya, nanti setelah kamu selesai ujian dan revisi nya, kalau bisa sih segera menyelesaikan penjilidan skripsi kamu. Di belakang kampus banyak tuh tempat jilid skripsi dengan harga yang bersaing. Tinggal pilih aja mana yang kamu mau. Bapak – bapak di bagian skripsi (pak N***i) juga menyediakan jasa penjilidan skripsi. Siapkan otot – otot kamu, karena kamu akan jadi kuli panggul setumpuk skripsi kamu!😛

Pinter – pinter mendekatkan diri dengan orang – orang bagian skripsi di perpus. Mereka bisa jadi sangat membantu kamu kalau kamu tau dimana selah selahnya mendekatkan diri sama mereka. Pinter – pinter baca mood dan perhatikan bahasa kamu saat berbicara dengan mereka. Mereka gak suka kalo kamu memburui mereka. Cukup di follow up sehari sekali lah maksimal. Lama – lama mereka empet juga kali liat muka kamu. hahaha

Satu hal lagi jangan lupa saling info menginfokan ke temen kamu kalau melihat dosen yang memang tandatangannya diperlukan di skripsi kamu. Stay alert sama gadget. Dan jangan lupa nerusin jarkom ya. Dosen tersebut juga biasanya sudah faham dengan hobi para mahasiswanya yang hobi minta tandatangan rombongan kok😛

Satu lagi, hidup kamu itu gak cuma skripsi aja. Go get some fun! Kalo kamu yang suka olahraga, yah bisa pelariannya ke olahraga. Kamu yang hobina organisasi yah kenapa nggak? asal bisa pinter pinter atur jadwal biar gak keduanya terbengkalai. Yang hobinya makan? yah gapapa. Asal masih ada aja nafsu makannya. hahaha. Kalo makan melulu nanti jeansnya gak cukup lagi boss. Belanja? boleeeh.. asal pinter – pinter manage uang! hahaha. malu ah udah gede tapi kantong bolong terus #curhat #eaaaaak #lanjut

Udah kayanya segitu aja. Skripsi itu memang terkadang menyita hidup, tapi kalau dijalani dengan santai tapi pasti, nanti juga rampung kok. Tapi jangan terlalu santai nanti malah gak kelar kelar selak semaput di jalan. Kalau kamu bisa hidup sekian belas tahun di dunia, masak ngerjain skripsi aja gak bisa? apalagi kamu – kamu yang mengerjakan skripsi kan pasti orang – orang yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi dan pastinya orang yang well-educated. Dan yang mengerjakan skripsi itu tidak kamu saja. Szuper buanyaaak! kalo orang lain aja bisa, kenapa kamu tidak? oke?

Kalo kata orang jawa, pokoke kowe kudu semangaaat!!! Ganbatte! Veel geluk! Mazel Tov!

SKRIPSIII~ PASTI BERLALUUUU~

Ciao dan VULCAN SALUTE,

Madean

NB : tulisan ini tidak dibuat dengan maksud ingin menyesatkan dan menyinggung pihak manapun. Jadi maaf ya kalo ada salah salah kata🙂

The Nasal Voiced Lady Across the Line

Today i was trying to call my mom a.k.a Madam Igut cellphone, but she didn’t answer. So i tried to call my home phone number instead..

tuuuut..tuuut.. tuuut.. (3x dering), telefon diangkat..

Suara di Seberang Sana (3S) : Halo *dengan suara sengau*

Gue (G) : Halo, Ibu ada?

3S : Ibunya belom pulang.. *suaratetepsengau*

G : ….

3S : ….

G : AAAAAARGH! Mamaaaa! how could you trick me!!!

3S :😮 *dengan suara sengau bercampur bingung* he? adek?! kok tau??

G : Ya iyalah ma! -____- lah kok mama gak tau ini suaraku?! pasti ini ngomongnya sambil mencet idung ya

3S : … Hahaha. iyaaaa!!!! *nada tersipu* kok tau?

G : Because i’m your daughter… Mom..please.. -___-

Livin’ on a Prayer

Hola! wah sudah lama saya tidak menulis di blog.. kasihan dirimu, nak.. dianggurkan begitu saja..

 

Jadi beberapa hari yang lalu, ada suatu hal yang menggelitik pikiran gue, yaitu perihal “menitipkan” doa. Hahaha. sounds familiar to you? Gue bahkan pernah juga melakukan hal itu.. baik yang gue memang menitipkan dengan harapan akan didoakan, ada juga yang cuma sekelibatan ngomong doang.. “eh doain ya, besok gue mau ujian” seperti itu misalnya.

 

Perihal menitipkan doa itu memang sepertinya sudah menjadi tradisi ya kalau ada seseorang yang baik kita kenal secara langsung ataupun kenalannya kenalan kita itu mau Pilgrimage. Agama apapun itu. Gue inget banget ketika SMP, kebetulan temen gue mau umroh dan satu kompi teman-teman langsung berebutan nulis permohonan mereka di secarik, -eh gak secarik deng. itu kertas A4 kok- kertas. Gue termasuk geng yang menulis agak belakangan, maklum kalah berebutan.

 

Cukuplah ya dengan pengalaman gue menitipkan doa di masa lalu. Hahaha. Sekarang hal itu kok terasa agak lucu ya buat gue? Gue bukan orang yang mendalami ilmu agama dan bukan orang yang pintar juga.. Sering narrow-minded malah. Yah mungkin salah satu perwujudan narrow-minded saya ya waktu saya mendengar percakapan perihal titip-menitip doa ini. 

Pergi ke tanah suci untuk suat perjalan spiritual. Dimana bejibun orang dari mana-mana, dari seluruh penjuru dunia lah datang untuk mencari suatu peningkatan kualitas keimanan mereka (hedeh bahasa gue deh -__-). Disitu nampaknya perjuangannya sangat luar biasa. Banyak cobaannya, they said. Lucu aja sih kalo menurut gue mereka berdesak-desakkan disana berusaha untuk memanjatkan doa-doa titipan sedangkan kita yang disini malah belom tentu inget akan mereka. Dan gitu pula sebaliknya, kita mendoakan mereka baik-baik saja disana, eeeh tapi mereka lupa bacain doa kita. Teruss??!!

Kalo menurut gue, yang namanya doa itu merupakan permohonan seseorang terhadap Tuhannya, baik itu mendoakan dirinya sendiri atau yang lain, dengan harapan agak sesuatu yang si pendoa ini harapkan menjadi kenyataan. Dan tuhan di sisi lain juga pasti memiliki suatu algoritma kompleks (tsailaaaah bahasanya) buat menjawab doa dari hambanya : IYA atau TIDAK (sekarang). Lagipula perihal doa itu dikabulkan itu gue rasa gak cuma dilihat dari indikator lokasi doa dan seberapa banyak orang yang mendoakan. Doa harus dibarengi dengan usaha. Kalo terkabul ya alhamdulillah.. kalo nggak ya silahkan galau beberapa saat, dan mari lanjutkan hidup kembali dengan anggun dan tidak gegabah😀

Jadi kalo menurut gue, berdoalah sendiri selagi masih bisa memanjatkan doa kepada Tuhan. Mau doain diri sendiri kek, orang tua kek, siapapunlah itu. Doa aja sendiri dulu. Nitip doa ke orang lain sounds a bit weird to me. Kan tuhan dimana-mana, gak cuma di tanah suci. Mau baca doa di rumah kek, di jalanan kek, sambil bengong kek, atau sambil berantem, Tuhan denger kok (gitu kata orang yang beragama). Kalau memang orang lain mau mendoakan kita, yah pasti mereka ngedoain kita, gak usah kita minta🙂 Kalo mereka gak mau atau gak bisa, yah kan kita masih bisa berdoa dan berusaha sendiri kan? 

 

Udah ah. Ngomongnya ngalor ngidul gini. Malu. Pokoknya :

 

ONLY YOU WHO CAN HELP YOURSELF

 

PS: doa yang gue titip ke temen gue yang umroh itu terkabul sekitar 2 tahun setelahnya. hahaha. Mungkin dia lupa komat-kamit depan Ka’aba kali ye. Yaudahlah doa sendiri dan berusaha aja😛 Tuhan tau kok apakah doa kita mesti dikabulkan. Sekarang, ntar kapan-kapan, atau tidak sama sekali.

 

dan oh, itu judulnya gak nyambung. bodo amat dah.

Random Conversation I

Berikut ini adalah kutipan percakapan gue dengan supir taksi beberapa waktu lalu yang menurut yang agak absurd.

Taxi driver (TD) : Akhir-akhir ini Solo panas banget ya, Mbak?

Gue (G) : Yah, pak, Namanya juga negara tropis. Wajarlah. Yang nggak wajar itu neraka.

TD : Lho, emang mbak pernah ke neraka?!

G : Hmm.. belom sih, Pak

TD : Terus kok tau kalo neraka panas?

G : Yang nyiptain neraka yang bilang ke saya, Pak

TD : Ha.. ha..ha. lucu nih si mbak.

G : Hehehe (mencoba) senyum manis🙂

Apakah gue terdengar seperti orang gak waras?

*facepalm*

Parents and Education

Jadi ceritanya, tanggal 14 Februari kemarin gue makan malem bersama 2 orang sahabat gue. Saat itu kita ngobrol ngalor ngidul gak karuan, ketawa ketiwi, sampai akhirnya masuk ke topik pendidikan si Anak Rantau. Tsaaah! kedengerannya berat ya? Well, gak kok. Kita ngomonginnya secara ringan sambil ketawa-tawa. Tapi entah kenapa abis itu pikiran gue melayang-layang kemana-mana.

Dari percakapan kita bertiga, dapat gue ambil kesimpulan kalau orang tua mereka berdua itu put much effort on their children educations. Dari mulai ngebela-belain menyekolahkan anak mereka ke Universitas swasta, memberikan tunjangan transportasi, uang bulanan, disanjung sanjung di depan keluarga, dsb dsb.

Terdengar sederhana dan wajar? Buat gue gak.

Gue dibesarkan di lingkungan keluarga yang apabila lo mendapatkan pencapaian lo, lo tidak akan mendapatkan cara apresiasi seperti dipuji dan disanjung, yah jadinya cuma lewat aja gitu. Gak ada itu ceritanya emak bapak gue cerita ke orang sekampung gue masuk Fakultas piiiiip.. Sedangkan apabila pencapaian lo tidak tergapai.. yaudah, Move on. We’re got your back kok (tapi disepak. hahaha)

Gue dibesarkan di keluarga yang “mewajibkan” anaknya untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri. Gak ada excuse untuk masuk ke Universitas Swasta yang biayanya spektakuler. Gue juga mencoba untuk tahu diri lah, kedua orang tua gue pensiunan PNS. SPP Univ. swasta gak affordable banget buat pensiunan🙂

Gue dibesarkan untuk “mboh piye carane” bisa kemana mana tanpa nyusahin dan ngerepotin kedua orang tua gue. Kaga ada itu namanya dijemput malem malem sekarang (dulu sih pas jaman muda pernah, sekarang mah malu banget kalo masih minta jemput), apalagi dikasih transport. Alhasil gue transportless deh. Naek angkot kek, naek transjakarta kek, ojek, atau taksi, atauuuu.. NEBENG! hahahaha. Pokonya ya MBOH PIYE CARANE bisa kemana mana dan mesti sampe rumah tanpa nyusahin mereka!

 

Meskipun seperti itu terlihatnya, gue merasa apa yang diberikan oleh orangtua gue itu luar biasa..

 

Yang namanya membesarkan seorang, dua orang anak lebih tepatnya, itu pasti menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Dengan segala kemauannya yang beranekaragam (dan trust me, gak semuanya dipenuhi kok, tapi gue merasa bersyukur dengan tidak terpenuhinya kemauan gue yang agak nyeleneh itu :P).

Membesarkan anak itu pasti juga menyita hati banget. Kalau anaknya berbuat sesuatu yang membuat mereka (orangtua) kecewa, pastilah mereka murka atau malah murung.😦 Dan kalo itu terjadi pada gue, kecewa banget sama diri gue sendiri itu pasti.

 

Selama gue bersekolah ini, meskipun jarang ditelfon, which is very very acceptable for me, because they’re still working their asses off to feed me, tapiiii.. Mereka sangat kooperatif ke gue.

Gak ada lagi pertengkaran yang gak penting. Yang ada sekarang ketawa ketiwi dan diskusi diskusi menyenangkan.🙂

Tiap kali gue “ngidam” akan textbook, gak pernah itu gak dikabulkan. Tau tau ada paket aja di depan kamar. kotak dan compact. Pas dibuka, tak taunya buku yang gue idam-idamkan. Ambooooy, baiknyaaa si ayah :’)

Tiap kali ditelfon pasti ditanya, masih ada duit apa nggak.. kalau dijawab nggak pasti mereka bela-belain ke atm buat transfer (menurut gue, this is something lho.. pergi ke atm kan juga butuh effort)🙂

Pas bilang gadget rusak, padahal need it immediately, pasti mereka membantu secara finansial (maksudnya transfer duit buat servis atau beli baru) daaamn! padahal kan jumlah duit segitu gak sedikit!😥 but they’re didn’t mind. Hiks.. terharu lhoo..

Buat gue itu udah lebih dari cukup. Kehadiran mereka aja udah buat gue bahagia banget kok. Apalagi disekolahin, masih dikasih duit (sedangkan temen temen lo yang lain udah pada menghasilkan uang), dan mereka peduli dan mendukung mimpi-mimpi lo, itu udah lebih dari cukup banget. :’)

 

Jadi menurut gue, kalau kalian masih disekolahkan, diberi makan, dikirimi uang, apalagi disanjung sanjung di depan keluarga, BERSYUKURLAH KALIAAAN!🙂 apalagi dengan kedua orangtua yang masih ada dan diberikan perhatian dalam berbagai cara.. DOBEL TRIPEL QUADRIPEL mesti bersyukurnya!

Mereka cuma pengen ngeliat kita jadi orang yang sukses kok, as simple as its sound but so hard to make it come true, right? Yah yang namanya susah kan bukan berarti gak bisa diusahakan kan?

Mereka gak minta kita buat berbuat aneh – aneh kok. Sekolah aja yang bener.🙂

 

Terimakasih buat Madam Igut dan Darth Vader yang selalu mendukung dan berusaha membantu mewujudkan mimpi-mimpi saya! semoga benar-benar terkabul dan mengebul ya. Ik Hou Van Jou! 

 

Makasih juga buat dua orang gadis gila di malam14 Februari 2012 yang gak ada kerjaan dan akhirnya memanjakan sistem gastrointestinalnya di Oh La Vita. Percakapan absurd dan penuh cekakak cekikik khas cewek cewek unyuk kunyuk yang membuat gue bahagia.

#happyisjustastateofmind

😛

Macroscopic Changes

Entah kenapa ya, tiap kali mau posting sesuatu di blog pastiiiiii selalu mandeg di tengah jalan dan pada akhirnya gak jadi nge-post! hahaha.

Geez..

Yang jelas hidup saya alhamdulillaaaah sampai saat ini masih gini gini aja. Meskipun dikatain kaya Bang Toyib karena gak pulang-pulang ke rumah. -___-”

Apa yang berbeda dari sebelum masuk ke Rotasi klinik?

  1. Rambut. Sejak saya memotong rambut 6 bulan yang lalu, rambut saya masih pendek-pendek aja. Butuh Shampoo M*tal kali ye
  2. Spectacles. Susah banget kayanya hidup di rumah sakit tanpa visus yang baik. Males tiap hari ngorek-ngorek mata karena pake lensa kontak, jadilah saya pakai kacamata😀 Oh, kacamata saya ini menuai banyak kontroversi, somesay that my spectacles looks bad on me, ada juga yang bilang cucok cucok wae. Yah nanti kalo ada rejeki saya beli frame kacamata yang lain deh😛
  3. Cara berpakaian. Makin hariii kayanya cara berpakaian saya makin amburadul dan tak berselera sekali -__-“
  4. Pindah kost! Ini sebenernya salah satu hal yang membuat hati pilu seperti diiris sembilu.😥 Tapi apa boleh buat, since i don’t have any transportation except my own two feet.. jadilah kost sebelah rumah sakit menjadi tempat saya bernaung selama rotasi klinik ini.
  5. Makin berkembang. Maksudnya persentasi lemak tubuh. Selama masuk ke dunia pe-rumah sakit-an ini, kerjaannya kalo gak makaan, ya makan. ‘Kan sebagai tenaga medis, butuh tenagaaa!! *alasan!*
Yang bisa dilihat secara makroskopis sih kayanya itu. Selebihnya, yaaah mungkin ada perubahan dari sikap yang ini dan itu.. Semoga itu perubahan ke arah yang lebih baik. Hehehe

Tangisan neonatus adalah kebahagiaan dokter Obgyn dan Anak😀

Perjalanan masih panjaaang, buuung! Godspeed!